Viral Pocong di Gandus Ternyata Hasil AI, Pembuat Konten Diamankan Polisi dan Minta Maaf

  • Bagikan

PALEMBANG, Intennews.id – Warga Kecamatan Gandus, Kota Palembang, sempat dihebohkan dengan beredarnya foto sosok pocong yang viral di berbagai platform media sosial. Foto tersebut memicu beragam spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat karena dianggap sebagai kejadian nyata.

Namun, setelah dilakukan penyelidikan, Polsek Gandus memastikan bahwa foto pocong yang beredar luas tersebut merupakan hasil rekayasa digital menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Kapolsek Gandus AKP I Made Budi Harta mengatakan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat karena konten tersebut telah menimbulkan keresahan dan berbagai asumsi yang tidak benar.

“Kami telah mengamankan pembuat konten yang viral tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi, yang bersangkutan mengakui bahwa foto pocong yang beredar di media sosial merupakan hasil editan menggunakan teknologi AI,” ujar AKP I Made Budi Harta, Minggu (31/5/2026).

Pelaku diketahui bernama Febrianto alias Ebi (24), seorang wiraswasta. Dalam pemeriksaan, Ebi mengakui bahwa foto yang dibuat dan disebarkannya bukan merupakan kejadian nyata, melainkan hasil manipulasi digital menggunakan aplikasi berbasis AI.

Menurut Kapolsek, banyak warga yang sempat mempercayai foto tersebut sebagai peristiwa nyata. Bahkan, gambar itu telah tersebar luas di berbagai grup media sosial dan aplikasi perpesanan sehingga memunculkan keresahan di kalangan masyarakat.

“Foto tersebut sempat membuat masyarakat bertanya-tanya dan menimbulkan keresahan. Setelah kami lakukan pendalaman, ternyata foto itu bukan kejadian sebenarnya, melainkan hasil rekayasa digital menggunakan AI,” jelasnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Ebi telah membuat video klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas konten yang dibuatnya.

Dalam video tersebut, Ebi menegaskan bahwa foto pocong yang viral sepenuhnya merupakan hasil editan AI dan tidak menggambarkan kejadian nyata.

“Terkait viralnya foto yang beredar di media sosial di Gandus itu, itu memang hasil editan AI. Saya pribadi meminta maaf atas keresahan masyarakat. Sekali lagi itu kesalahan dari saya pribadi. Saya mohon maaf,” ungkap Ebi dalam video klarifikasinya.

Pengakuan tersebut sekaligus membantah berbagai isu yang berkembang mengenai kemunculan sosok pocong di wilayah Gandus. Polisi memastikan bahwa foto yang beredar hanyalah hasil manipulasi digital dan tidak memiliki unsur kejadian nyata.

AKP I Made Budi Harta mengapresiasi sikap kooperatif pelaku yang mengakui kesalahannya dan bersedia memberikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat.

“Yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Klarifikasi ini penting agar tidak ada lagi kesalahpahaman atau informasi yang menyesatkan di tengah masyarakat,” katanya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama di tengah perkembangan teknologi AI yang semakin canggih dan mampu menghasilkan gambar maupun video yang terlihat sangat realistis.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi atau foto yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Saat ini teknologi AI mampu membuat gambar yang sangat meyakinkan. Karena itu masyarakat harus lebih kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah konten,” tegasnya.

Selain itu, para kreator konten juga diingatkan untuk menggunakan teknologi digital secara bertanggung jawab dan tidak membuat konten yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan tidak hanya menghadirkan manfaat, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila digunakan tanpa memperhatikan etika dan tanggung jawab sosial.

.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *