BOYOLALI, IntensNews.id – Perayaan Hari Kebebasan Pers Nasional (HKPN) Tahun 2026 berlangsung penuh semangat kebangsaan dan kebersamaan, menandai momentum penting bagi dunia jurnalistik Indonesia.
Puncak peringatan tersebut digelar bersamaan dengan pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) yang berlangsung di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) RI, H. Yandri Susanto, serta dihadiri para pemangku kepentingan nasional maupun daerah.
Acara ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat persatuan insan pers sekaligus membangun sinergi antara media massa, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di berbagai daerah.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat dilakukan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter. Aksi kolaboratif yang melibatkan peserta musyawarah, warga desa, tokoh pemuda, hingga aparat pemerintahan tersebut menjadi simbol persatuan bangsa dan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Turut hadir dalam agenda tersebut, Direktur Pembiayaan Pertanian Kementerian Pertanian RI Dr. drh. Purwanta, M.Kes., Tenaga Ahli Utama Kemendes PDT RI Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS., Bupati Boyolali Agus Irawan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus DPD dan DPW SWI dari berbagai provinsi, serta ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, H. Yandri Susanto menyampaikan apresiasi kepada SWI yang dinilai konsisten menjunjung kebebasan pers yang bertanggung jawab serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
“Pers adalah pilar demokrasi yang memikul tanggung jawab besar menjaga persatuan bangsa. Kami sangat mengapresiasi langkah SWI yang terus hadir menjadi bagian dari pembangunan nasional, khususnya dalam menyuarakan kemajuan dan potensi desa-desa di Indonesia,” ujar Yandri Susanto.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan desa membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk insan pers, melalui pemberitaan yang edukatif, konstruktif, dan beretika.
Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan menyampaikan bahwa pelaksanaan Munas SWI 2026 menjadi ajang penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan di tengah perkembangan teknologi informasi dan dinamika dunia pers digital.
Ketua Panitia Pelaksana Munas SWI Nasional 2026, Prof. Dr. Ir. Supiyat Nasir, M.B.A., mengatakan bahwa agenda tersebut bukan sekadar rapat organisasi, tetapi juga menjadi sarana menyebarkan pesan kebangsaan dan cinta tanah air.
“Kami ingin menjadikan momen HKPN ini sebagai pengingat bahwa pers Indonesia harus tetap bebas, profesional, dan berintegritas tinggi. Bendera Merah Putih yang berkibar hari ini menjadi simbol bahwa wartawan Indonesia siap berada di garda terdepan menjaga NKRI,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan meriah, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, hingga penampilan seni budaya lokal yang mempererat rasa persaudaraan.
Kehadiran tokoh masyarakat, unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, dan warga sekitar semakin menambah semarak suasana penuh nasionalisme tersebut.





