Usai Perdebatan Panjang, Akhirnya Iskandar Nakhodai SWI

  • Bagikan

Boyolali, IntensNews.id – Aula Front One The Andya Boyolali di Jalan Merdeka Timur, Wonosari, Kemiri, Kecamatan Mojosongo, menjadi saksi pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia, Rabu malam (20/5/2026).

Forum yang awalnya diharapkan berlangsung tenang dan khidmat berubah menjadi penuh dinamika akibat kuatnya aspirasi dan kepedulian peserta terhadap masa depan organisasi SWI.

Munas yang dihadiri delegasi dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia berlangsung memanas saat agenda pemilihan Ketua Umum dimulai.

Perdebatan mencuat lantaran dari dua nama yang sebelumnya disebut akan maju sebagai calon ketua umum, hanya satu kandidat yang hadir hingga tahapan akhir sidang. Selain itu, administrasi pencalonan juga menjadi sorotan peserta forum.

“Ini tidak demokratis!” seru salah satu peserta sidang.

Namun di sisi lain, peserta lain menyampaikan pandangan berbeda.
“Situasi organisasi membutuhkan keputusan cepat. Jangan biarkan SWI kosong tanpa nakhoda,” ujar peserta lainnya.

Meski berlangsung sengit, seluruh dinamika forum tetap berjalan dalam koridor organisasi dan semangat menjaga persatuan.

Ketua DPD SWI Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Alimusa, yang hadir mewakili Provinsi Sumatera Selatan mengaku merasakan langsung atmosfer emosional dalam forum tersebut.

Menurutnya, di balik ketegangan sidang tersimpan semangat besar para delegasi yang datang dari berbagai daerah demi menjaga keberlangsungan organisasi.

“Di satu sisi saya memahami pentingnya aturan organisasi. Namun di sisi lain, saya juga melihat semangat luar biasa dari rekan-rekan delegasi yang datang dari Aceh, Lampung, Banyuwangi, Sulawesi, Tangerang, Jakarta, Palembang, Palu, dan berbagai daerah lainnya. Mereka menempuh perjalanan panjang demi satu tujuan, yaitu menjaga SWI tetap hidup dan terus berjalan,” ungkap Alimusa.

Situasi sempat memanas ketika sejumlah peserta mempertanyakan mekanisme pemilihan yang dinilai belum ideal. Namun forum akhirnya sepakat mengambil jalan tengah melalui mekanisme voting.

Pemungutan suara dilakukan dengan pilihan calon tunggal melawan kertas kosong sebagai bentuk penegasan demokrasi organisasi.

Hasil voting menetapkan Iskandar memperoleh 49 suara, sementara empat suara dinyatakan abstain dan tiga suara lainnya di luar konteks.

Dengan hasil tersebut, H. Iskandar resmi terpilih sebagai Ketua Umum SWI.

Sesaat setelah hasil dibacakan, suasana aula mendadak hening. Ketegangan yang sejak awal terasa perlahan berubah menjadi suasana penuh kelegaan.

Para peserta yang sebelumnya terlibat perdebatan akhirnya saling berjabat tangan sebagai simbol persatuan organisasi.

“Pak Iskandar, kami titip SWI,” ujar Alimusa sambil menggenggam tangan Ketua Umum terpilih.

“Siap, Mas Ali. Ini bukan kerja satu orang, ini kerja kita semua,” jawab H. Iskandar.

Malam di Boyolali pun menjadi saksi bahwa perbedaan pandangan dalam organisasi bukanlah ancaman, melainkan bagian dari proses demokrasi untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga keberlangsungan organisasi.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *