PALEMBANG,IntensNews.id — Pemerintah Kota Palembang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus menggenjot penerimaan pajak daerah menjelang akhir tahun 2025.
Kepala Bapenda Kota Palembang, Marhaen, S.H., M.Si, mengungkapkan bahwa hingga Oktober 2025, realisasi penerimaan dari 14 jenis pajak daerah telah mencapai 65,09 persen dari total target sebesar Rp 1,17 triliun.
“Dari 14 jenis pajak daerah, sebagian besar sudah mendekati target, dan kami optimis hingga akhir tahun bisa tercapai bahkan melampaui,” ujar Marhaen di kantor Bapenda Palembang, Jalan Merdeka, Rabu (15/10/2025).
Marhaen menjelaskan, penerimaan tertinggi berasal dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas tenaga listrik yang dihasilkan sendiri (non-PLN) yang telah mencapai 94,03 persen. Ia optimis sektor ini akan menembus target dalam waktu dekat.
Sementara itu, PBJT atas makanan dan/atau minuman telah terealisasi 80,89 persen dari target Rp 242,63 miliar, dengan tambahan capaian 5,56 persen pada bulan Oktober. Disusul oleh PBJT sektor perhotelan yang juga menunjukkan kinerja positif dengan capaian 80,52 persen.
Adapun beberapa sektor lain seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), PBJT atas tenaga listrik dari PLN, PBJT jasa parkir, dan PBJT jasa kesenian serta hiburan masih berada di bawah angka 76 persen. Namun, Marhaen tetap optimis sektor hiburan dan kesenian akan meningkat signifikan dalam waktu dekat.
“Sektor hiburan sedang tumbuh pesat. Kami perkirakan penerimaan pajaknya segera menembus 76 persen,” jelasnya.
Sementara itu, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) baru mencapai 46,27 persen dari target Rp 320 miliar. Pajak air tanah tercatat 51,69 persen, opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 69,56 persen, dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) 52,31 persen.
Sedangkan pajak mineral bukan logam dan batuan baru menyentuh 28,13 persen, pajak reklame 27,10 persen, dan pajak sarang burung walet masih rendah di 13,84 persen.
Dengan sisa waktu lebih dari dua bulan menuju akhir tahun, Marhaen memastikan Bapenda Palembang akan terus mengoptimalkan potensi pajak dari seluruh sektor.
“Kami akan bekerja maksimal di sisa waktu yang ada untuk mengumpulkan pundi-pundi pajak. Insya Allah target 2025 bisa tercapai,” tegasnya.






