Intensnews.id,PALEMBANG – Walikota dan Wakil Walikota merupakan kepala daerah pemimpin kota administratif atau kota madya, yang pada saat ini dipilih secara langsung oleh masyarakat melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Tentunya untuk menjadi Walikota dan Wakil Walikota di suatu wilayah bukanlah yang mudah, diperlukan kriteria dan visi misi besar dalam membangun daerahnya.
Seperti di kota Palembang saat ini, perhelatan demokrasi lokal ini menjadi sebuah ajang masyarakat untuk memilah dan memilih calon pemimpin yang berkualitas.
Ada 3 pasang kandidat yang mengikuti perhelatan diantaranya Ratu Dewa (Mantan Pj Walikota Palembang) Fitrianti Agustinda (Wakil Walikota periode sebelumnya) dan Yudha Pratomo Mahyuddin (Ketua DPC Demokrat Palembang).
Dari ketiganya sosok Yudha Pratomo yang paling diuntungkan di kontestasi Pilkada Palembang, karena meski belum pernah menjabat namun jejak rekamnya yang masih bersih dan setiap program kerja yang ada di kampanye telah dilakukan sejak tahun 2018.
Melihat jejak rekam positif Yudha Pratomo baik dalam karir politik dan akademinya, tentunya banyak pihak yang melirik potensi Yudha dalam memimpin kota Palembang bahkan banyak pihak pindah memberikan dukungannya dari kandidat lain sekarang ke Yudha Pratomo dan Baharuddin.
Seperti yang terjadi dengan komunitas yang dulunya bernama Jangkar merupakan pendukung salah satu Paslon, akhirnya pindah ke pasangan Yudha – Bahar dan mengganti namanya menjadi Komunitas Relawan Yudha Bahar
Hal ini diungkapkan oleh Trisnawan Haris ketua Komunitas Relawan Yudha – Bahar, yang pindah dukungan karena yakin Yudha – Bahar mampu memimpin kota Palembang lebih baik lagi.
” Tentunya, Jika diceritakan terkait keputusan memberikan dukungan kepada pasangan Yudha – Bahar telah melalui proses dan perjalanan panjang, karena diakui bahwa pada awalnya komunitas sempat berlabuh dengan salah satu kandidat (Incumbent) “, kata pria yang akrab disapa Haris
Dilanjutkan Haris, Namun pada perjalanannya semakin hari melihat program dan visi misi ternyata tidak sesuai dengan harapan untuk kota Palembang, karena hanya mengulangi kegagalan terdahulu.
Melihat pilihan salah dan setelah mengamati kandidat lain yang masih putih (Bersih) yaitu pasangan Yudha – Bahar, kami pun memutuskan untuk memberikan dukungan.
” Dari ketiga kandidat yang ada dalam Pilwako, pasangan Yudha – Bahar terbukti masih menjadi kertas putih (Belum pernah menjabat), namun setiap program kerjanya telah berjalan sejak 2018, hal itu membuktikan keseriusan keduanya menjadi pemimpin yang baik untuk kota Palembang dan inilah alasan kami memberikan dukungan kepada keduanya”, tandas Trisnawan Haris






