Kecamatan Kalidoni Raih Juara II Lomba Inovasi Daerah Kota Palembang 2025 Berkat Kampung Sulam Angkinan

  • Bagikan

Palembang ,IntensNews.id — Kecamatan Kalidoni kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Kota Palembang. Dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kota Palembang Tahun 2025, Kecamatan Kalidoni berhasil meraih Juara II melalui inovasi Kampung Sulam Angkinan (Sunan), sebuah program pemberdayaan masyarakat yang mengangkat kerajinan sulam khas Sumatera Selatan.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Camat Kalidoni, M. Rama Cahya Putera, S.STP., M.M., pada Jumat (28/11). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah kecamatan dan masyarakat mampu menghasilkan inovasi nyata yang memperkuat budaya serta ekonomi lokal.

Kampung Sulam Angkinan yang berlokasi di Jalan Mayor Zen, Lorong Tanjungan RT 009 RW 002, Kelurahan Sungai Lais, merupakan kampung kreatif yang memproduksi kerajinan sulam Angkinan—sulam tradisional khas Sumatera Selatan yang identik dengan benang emas dan warna-warni. Kerajinan ini telah ditekuni masyarakat secara turun-temurun sejak tahun 1970-an.

Inovasi Kampung Sulam Angkinan lahir dari gagasan Sekretaris Camat Kalidoni, Vera Kusariani, S.STP., M.M., yang kemudian mendapat dukungan penuh dari Camat Kalidoni dan resmi dilaunching pada 23 Agustus 2024. Program ini menjadi komitmen Kecamatan Kalidoni untuk melestarikan budaya, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Gagasan pembentukan Kampung Sulam Angkinan ini merupakan upaya bersama untuk memajukan dan melestarikan kerajinan daerah serta UMKM yang ada di Kecamatan Kalidoni,” ujar Vera Kusariani.

Saat ini terdapat sekitar 50 pengrajin Sulam Angkinan yang tersebar di RT 08, RT 09, dan RT 36 Kelurahan Sungai Lais. Mayoritas merupakan pengrajin upahan yang berharap pasar yang lebih luas agar pendapatan mereka meningkat.

Camat Kalidoni menyampaikan apresiasi dan motivasi bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Penghargaan ini adalah bukti bahwa kreativitas dan kerja sama masyarakat Kalidoni mampu memberi dampak positif. Kampung Sulam Angkinan bukan hanya menjaga budaya daerah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi warga,” ujarnya.

Selama ini pemasaran produk sulam Angkinan masih terbatas di Pasar 16 Ilir dan Pasar Ramayana. Dengan dijadikannya sebagai Kampung Kreatif, Kecamatan Kalidoni berharap pemasaran dapat dikembangkan lebih luas, menarik minat wisatawan, meningkatkan pendapatan pengrajin, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *